1. Jasa-jasa bank merupakan kegiatan perbankan yang dilakukan oleh suatu bank untuk memperlancar aktivitas bank tersebut dan juga untuk mendapatkan keuntungan yang sering disebut fee based. Sebutkan minimal 15 keuntungan yang diperoleh dari jasa-jasa bank tersebut?
Jawab :
Pemasokan kredit untuk membelanjai impor dan ekspor
Mengeluarkan L/C (letter of credit) komersial
Menerbitkan L/C wisata traveller’s L/C
Menerbitkan surat wesel luar negri
Mendiskontokan surat wesel luar negri
Membeli dan menjual valuta asing
Mentrasfer dana ke luar negri melalui pos atau melalui telegram
Mengikuti informasi perkembangan ekonomi dan keuangan negara – negara lain
Melaksanakan koleksi / penagihan cek surat wesel dan surat – surat utang luar negri
Melaksanakan pengurusan surat – surat angkutan di pelabuhan pengiriman di luar negri
Melaksanakan pembayaran L/C ekspor
Melaksanakan pembayaran L/C wisata
Menjual cek wista traveler check
Membayar tunai cek wisata
Mengikuti peraturan – peraturan tentang ekspor dan penggunaan valuta asing yangdikeluarkan oleh pemerintah di negara – negara lain.
2. Jelaskan dengan lengkap yang dimaksud dengan,
Jawab :
Kiriman uang (Transfer)
Adalah jasa pengiriman uang lewat bank. Pengiriman uang dapat dilakukan pada bank yang sama atau bank berlainan. Pengiriman uang juga dapat dilakukan dengan tujuan dalam ota, luar kota atau luar negri. Khusus untuk pengiriman uang keluar negri harus melalui bank devisa. Kepada nasabah bank pengirim dikenakan biaya kirim yang besarnya tergantung dari bank yang bersangkutan. Pertimbangannya adalah nasabah bank yang bersangkutan (memiliki rekening dibank yang bersangkutan) atau bukan. Kemudian juga jarak antara pengiriman bank tersebut.
Kliring, lengkapi dengan mekanismenya
Kliring adalah salah satu fungsi yang dimiliki oleh bank umum untuk melakukan transaksi lalu lintas pembayaran.
Mekanisme pembayaran bagi bank umum dari satu pihak ke pihak lain, akan lebih mudah bila kedua pihak mempunyai rekening di bank yang sama. Tetapi akan lebih sukar untuk menyelesaikan pembayaran antara pihak-pihak yang memiliki rekening dibank berbeda,dan lebih sukar lagi kalau bank tersebut tidak berada disuatu daerah. Konsekuensinya, satu bank umum akan berhubungan langsung dengan bank umum lain dalam menyelesaikan utang piutangnya. Ini pun masih banyak dijumpai kesulitan-kesulitan anatara lain jam pertemuan, teempat pertemuan, dan sebagainya.
Mekanisme penyelesaian utang piutang ini akan menyangkut banyak bank, memerlukan waktu yang cukup lama, biaya yang besar, serta tenaga yang kurang efisien. Keadaan demikian ini dirasa dapat menghambat kegiatan operasional perbankan. Oleh karena itu, muncul suatu gagasan untuk membentuk lembaga kliring yang kemudian diselenggarakan oleh bank Indonesia sebagai bank sentral (pada tanggal 7 Maret 1967). Dengan adanya lembaga kliring, masalah seperti wakyu pertemuan, tempat, siapa yang hadir, besarnya dana yang dibutuhkan untuk penyelesaian utang piutang dan sebagainya, telah ditentukan dan diorganisir. Tujuan yang diinginkan dari terbentuknya lembaga kliring adalah untuk memajukan atau memperlancar lalu lintas pembayaran giral serta layanan kepada masyarakat yang menjadi nasabah bank. Dengan demikian, perhitungan utang piutang diharapkan dapat dilakukan secara mudah, cepat, aman, dan efisien.
Inkaso
Inkaso (Collection) merupakan penagihan warkat (surat-surat berharga seperti billyet giro, cek) yang berasal dari luar kota atau luar negri. Proses penagihan lewat inkaso tergantung dari jarak lokasi penagihan dan biasanya memakan waktu 1 (satu) minggu sampai 1 (satu) bulan. Besarnya biaya penagih tergantung dari bank yang bersangkutan dengan pertimbangan jarak serta pertimbangan lainnya.
Safe Deposit Box
Safe Deposit Box atau dikenal dengan istilah safe loket jasa pelayanan ini memberikan layanan penyewaan box atau kotak pengaman tempat menyimpan surat – surat berharga atau barang – barang berharga yang disimpan didalam box tersebut aman dari pencurian dan kebakaran kepada nasabah penyewaa box deikenakan biaya sewa yang besarnya tergantung dari ukuran box serta jangka waktu penyewaan.
Bank note
Merupakan jasa valuta asing. Dalam jual beli Notes Bank menggunakan kurs (nilai tukar Rupiah dengan mata uang Asing).
Bank Card
Bank Card atau lebih populer dengan sebutan kartu kredit atau uang plastik. kartu ini dapat dibelanjakan diberbagai tempat belanja atau hiburan.
Travellers Cheque
Merupakan cek perjalanan yang bisa digunakan oleh turis atau wisatawan. Cek wisata dapat digunakansebagai alat pembayaran diberbagai tempat pembelanjaan atau tempat hiburan. Cek wisata ini juga dapat digunakan sebagai hadiah untuk relasinya..
Letter of Credit, lengkapi dengan mekanismenya.
Perjanjian tertulis dari sebuah bank (Issuing Bank) yang diberikan kepada penjual (beneficiary / exportir) atas permintaannya dan sesuai dengan intruksi – intruksi dari pembeli (applicant) untuk melakukan pembayaran yakni, dengan cara membayar, mengakses atau menegosiasikan wesel sampai jumlah tertentu dalam jangka waktu yang ditentukan dan atas dokumen – dokumen yang telah disiapkan.
Bank Garansi, lengkapi dengan mekanismenya.
Adalah satu jasa yang diberikan oleh bank berupa jaminan pembayaran sejumlah uang tertentu yang akan diberikan kepada pihak jaminan, hanya apabiila pihak yang dijamin melakukan cidera janji.
3. Jelaskan dengan lengkap dan jelas mengenai ,
Simpanan Giro :
suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari sistem cek. Suatu cek diberikan kepada pihak penerima pembayaran (payee) yang menyimpannya di bank mereka, sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar (payer) ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank pihak penerima, langsung ke akun mereka.
simpanan tabungan :
Tabungan adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya dapat dilakukan kapan saja. Hampir setiap orang merasa wajib memiliki tabungan di Bank. Tidak hanya di satu bank, tetapi juga di dua atau tiga bank sekaligus. Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah karena saat ini tabungan tidak saja digunakan sebagai sarana menyimpan uang saja, tetapi juga ditambah dengan fasilitas lain yang sebetulnya sudah agak diluar dari maksud menabung itu sendiri. Contohnya seperti fasilitas debet, fasilitas ATM, transfer, dan lain sebagainya.
Jadi kalau dilihat, tujuan seseorang dalam menabung di bank bisa dibagi menjadi dua. Pertama, karena ingin benar-benar menabung untuk bisa mengumpulkan sejumlah dana tertentu pada masa yang akan datang. Contohnya seperti menabung untuk bisa membeli kebutuhan tertentu. Kedua, hanya ingin menjadikan tabungan sebagai rekening penampungan, dan bukan untuk benar-benar menabung. Contohnya seperti rekening yang uangnya digunakan untuk membayar belanja bulanan. Nah, di sini fasilitas berupa Kartu ATM dan Kartu Debet baru benar-benar dipakai.
Setoran awal adalah jumlah minimal yang harus disetorkan sebagai syarat pembukaan tabungan. Saldo minimal adalah jumlah minimal yang harus disisakan pada tabungan Anda. Setoran awal dan saldo minimal pada tabungan biasanya sama, misalnya jika setoran awal adalah Rp 25.000 maka saldo minimal juga Rp 25.000. Tapi komposisi antara keduanya bisa saja tidak sama tergantung peraturan di banknya. Begitu juga dengan jumlah setoran awal dan saldo minimal yang diminta.
Periksalah kembali berapakah ketentuan saldo minimal di tabungan Anda, apakah bank Anda membolehkan nasabah tabungan melakukan penarikan sampai jumlah saldo di bawah minimum dan berapa denda yang dikenakan jika saldo sampai mencapai di bawah minimum? Sebaiknya pilihlah tabungan yang mensyaratkan saldo minimal paling kecil sehingga Anda bisa lebih leluasa melakukan penarikan dari tabungan Anda
Bunga tabungan diberikan bank agar dana yang tersimpan di tabungan dapat berkembang, sehingga nasabah semakin rajin menabung. Bunga tabungan biasanya dihitung tiap akhir bulan dari saldo rata¬rata harian pada bulan tersebut. Bunga tabungan bisa diberikan secara single rate. Artinya, berapa pun jumlah uang Anda di tabungan bunganya tetap sama. Bisa juga diberikan secara bertingkat. Artinya pada jumlah saldo yang berbeda, bunga yang diberikan tidak sama. Biasanya, semakin banyak saldo yang mengendap bunga yang diberikan semakin tinggi.
Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan, maka hampir semua Bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari tabungannya tiap bulan. Tapi saat ini ada juga Bank yang tidak membebankan biaya administrasi pada tabungan.
Buku tabungan digunakan sebagai media pencatatan transaksi Anda. Buku tabungan biasanya juga harus dibawa saat akan melakukan penarikan tunai di kasir. Ada juga bank yang mengganti buku tabungan dengan rekening koran yang dikirimkan ke alamat Anda setiap bulan. Dalam laporan tersebut tertulis kapan dan untuk apa saja serta berapa jumlah uang yang keluar masuk dalam rekening Anda.
Simpanan Deposito :
sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan oleh bank kepada masyarakat. Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa.
4. Tn. A bermaksud menyimpan uang dalam deposito on call sejumlah 60 juta rupiah, tanggal 4 agustus 2010 bunga 2% pm. Deposito on call dicairkan tanggal 22 agustus 2010. Berapa bunga yang diperoleh Tn. A ?
Diket :
Bunga = Nominal deposito x suku bunga x jumlah hari
365 atau 366 (tahun kabisat)
= Rp 60.000.000 x 2 % x 18
365
= Rp 59178,028
Transaksi yang terjadi pada rekening tabungan Tn. A selama agustus 2010
Tanggal Keterangan Jumlah (Rp)
01 Agustus 2010 Saldo 700.000
07 Agustus 2010 Tarik tunai 200.000
12 Agustus 2010 Transfer masuk 600.000
19 Agustus 2010 Setor Kliring 100.000
26 Agustus 2010 Tarik tunai 1.000.000
5. Berapa jumlah bunga yang diperoleh Tn. A apabila bunga dihitung secara harian dan besarnya bunga 16% pa, tax 15% dan berapa saldo akhir tabungan pada bulan yang bersangkutan.
Jawab :
Tanggal Keterangan Jumlah (Rp) Saldo
01 Agustus 2010 Saldo 700.000 700.000
07 Agustus 2010 Tarik tunai 200.000 500.000
12 Agustus 2010 Transfer masuk 600.000 1.100.000
19 Agustus 2010 Setor Kliring 100.000 1.200.000
26 Agustus 2010 Tarik tunai 1.000.000 200.000
SALDO HARIAN
1 agustus 2010 = 16% x 6 x Rp 700.000 = 1841,09
365
7 agustus 2010 = 16% x 5 x Rp 500.000 = 1095,89
365
12 agustus 2010 = 16% x 7 x Rp 1.100.000 = 3375,34
365
19 agustus 2010 = 16% x 7 x Rp 1.200.000 = 3682,19
365
26 agustus 2010 = 16% x 6 x Rp 200.000 = 526,02
365 +
10520,53
Pajak 15 % = 1578,08 –
Bunga 8942,45
Saldo = 200.000 +
Saldo akhir = 208.942,45
6. Tn. A ingin membeli 10 lb sertifikat deposito @ 2 juta rupiah untuk jangka waktu 6 bulan pembayaran secara tunai. Bunga 12% dan diambil dimuka tunai, Tax 15%. Setelah jatuh tempo seluruh sertifikat depo dicairkan dan seluruh uangnya dimasukkan ke rekening gironya. Berapa jumlah yang harus di bayar oleh Tn. A ?
Jawab :
Tanggal Jumlah hari mengendap Keterangan Jumlah (Rp) Saldo
01 Agustus 2010 6 Saldo 700.000 700.000
07 Agustus 2010 5 Tarik tunai 200.000 500.000
12 Agustus 2010 7 Transfer masuk 600.000 1.100.000
19 Agustus 2010 7 Setor Kliring 100.000 1.200.000
26 Agustus 2010 6 Tarik tunai 1.000.000 200.000
SALDO HARIAN
1 agustus 2010 = 16% x 6 x Rp 700.000 = 1841,09
365
7 agustus 2010 = 16% x 5 x Rp 500.000 = 1095,89
365
12 agustus 2010 = 16% x 7 x Rp 1.100.000 = 3375,34
365
19 agustus 2010 = 16% x 7 x Rp 1.200.000 = 3682,19
365
26 agustus 2010 = 16% x 6 x Rp 200.000 = 526,02
365 +
10520,53
Pajak 15 % = 1578,08 -
Bunga 8942,45
Saldo = 200.000 +
Saldo akhir = 208.942,45
Transaksi yang terjadi pada rekening tabungan Tn. A selama agustus 2010
Tanggal Keterangan Jumlah (Rp)
01 Agustus 2010 Saldo 700.000,-
07 Agustus 2010 Tarik tunai 200.000,-
12 Agustus 2010 Transfer masuk 600.000,-
19 Agustus 2010 Setor kliring 100.000,-
26 Agustus 2010 Tarik tunai 1.000.000,-
Berapa jumlah bunga yang diperoleh Tn. A apabila bunga dihitung secara harian dan besarnya bunga 16% pa, tax 15% dan berapa saldo akhir tabungan pada bulan yang bersangkutan.
Cara penghitungan bunga deposito berjangka :
BUNGA = Nominal x tingkat bunga x hari bunga
365
Bunga = 2.000.000 x 12% x 180 hari
365
= 118356.16 (sebelum pajak)
Tax = 118356.16 x 15%
= 17753.424
Jumlah = 118356.16 + 17753.424 = 136,109.584
Transaksi yang terjadi pada rekening tabungan Tn. A selama agustus 2010
Tanggal Keterangan Jumlah (Rp)
01 Agustus 2010 Saldo 700.000,-
07 Agustus 2010 Tarik tunai 200.000,-
12 Agustus 2010 Transfer masuk 600.000,-
19 Agustus 2010 Setor kliring 100.000,-
26 Agustus 2010 Tarik tunai 1.000.000,-
Berapa jumlah bunga yang diperoleh Tn. A apabila bunga dihitung secara harian dan besarnya bunga 16% pa, tax 15% dan berapa saldo akhir tabungan pada bulan yang bersangkutan.
Jawab :
Tax/pajak = [700 ribu x 16% x(100% - 15 %)x26 hari] : 365 hari
= 112000×0,05×26 = 145600 : 365 hari
Pajak yang di dapat Rp. 3.989
Saldo akhir = 700 rbu x 3% x 26 : 365 hari
= 1,495,89041
Referensi :
Buku PENGANTAR MENEJEMEN BANK UMUM, SOEDIJONO REKSOPRAJITNO, PENERBIT: UNIVERSITAS GUNADARMA
Buku Bank dan Lembaga Keuangan; Peni Sawitri & Eko Hartanto; Gunadaarma University
menghitung sendiri lihat modul akuntansi
Rabu, 17 April 2013
TUGAS 2 TERAPAN KOMPUTER PERBANGKAN
Diposting oleh noviratnasari di 03.27 0 komentar
Rabu, 20 Maret 2013
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Pengembangan Sistem
Informasi
Dalam
pengembangan suatu sistem, ini berarti menyusun sistem yang baru untuk
menggantikan sistem yang lama. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perlunya
sistem diperbaharui atau diganti yaitu :
- Adanya permasalahan yang ditimbulkan oleh sistem lama seperti
- Ketidakberesan
Hal ini pada menyebabkan sistem lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan seperti :
- kecurangan-kecurangan,
yang mengakibatkan tidak amannya kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data
kurang terjamin.
- kesalahan-kesalahan
yang menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin.
- tidak
efisiennya operasi.
- tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen
yang telah ditetapkan.
- Pertumbuhan Organisasi
Pertumbuhan organisasi menyebabkan harus disusunnya sistem
yang baru. Pertumbuhan ini seperti kebutuhan akan informasi yang semakin luas,
volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang
baru. Semua ini mengakibatkan sistem lama tidak efektif lagi.
- Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)
Disini maksudnya adalah dengan pengembangan system kita
dapat mempromosikan usaha kita melalui internet sehingga kita bisa meraih
kesempatan-kesempatan untuk mendapatkan dan meningkatkan pelanggan.
- Adanya instruksi-instruksi (directives)
Penyusunan system yang baru dapat juga terjadi karena adanya
instruksi-instruksi dari atasan pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti
misalnya peraturan pemerintah.
2. Tujuan Pengembangan Suatu Sistem
- Memecahkan
permasalahan-permasalahan
- Meraih
kesempatan-kesempatan
- Memenuhi
instruksi yang diberikan
3. Harapan Setelah Pengembangan Sistem Baru
- Perfomance (kinerja)
Peningkatan terhadap kinerja system yang baru menjadi lebih
efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput (jumlah dari pekerjaan yang dapat
dilakukan suatu saat tertentu) dan response time (rata-rata waktu yang tertunda
diantara dua transaksi).
- Information
Peningkatan kualitas informasi yang didapatkan
- Ekonomis
Peningkatan terhadap manfaat-manfaat, keuntungan-keuntungan
atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi.
- Efisiensi
Peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi dapat
diukur dari outputnya dibagi dengan inpitnya.
- Servis (pelayana)
Peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh system.
Ada beberapa prinsip yang tidak boleh dilupakan yaitu :
- Sistem untuk manajemen
Setelah system selesai dikembangkan, maka yang menggunakan
informasi dari system adalah manajemen sehingga system harus mendukung
kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen.
- Investasi modal yang besar
System yang dikembangkan membutuhkan dana modal yang besar.
Investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal yaitu :
- Semua alternative yang harus
diinvestigasi
- Investasi yang terbaik harus
bernilai
- Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
Manusia merupakan factor utama yang menentukan berhasil
tidaknya suatu system, baik dalam proses pengembangannya, penerapannya, maupun
dalam proses operasinya. Oleh karena itu diperlukan orang yang terdidik yang
menggunakan system ini disamping itu orang ini dapat memberikan solusi terhadap
masalah-masalah yang dihadapi.
- Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan system
Siklus atau daur hidup pengembangan system (System
Development Life Cycle atau SDLC) umumnya menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan
tugas-tugas kerja yang harus dilakukan.
- Proses pengembangan system tidak harus urut
Disini dimaksud adalah langkah-langkah dapat dilakukan
secara bersamaan.
- Jangan takut membatalkan proyek
Proyek yang sudah tidak layak lagi, maka proyek tersebut
harus dihentikan atau dibatalkan karena apabila proyek ini diteruskan maka akan
membuang dana saja.
- Dokumentasi harus ada dan pedoman dalam pengembangan system
Kegagalan membuat dokumentasi kerja adalah kesalahan kritis
yang dibuat analis system. Dokumentasi ini dibuat pada waktu proses dari
pengembangan system, karena dokumentasi ini dapat dihasilkan dari hasil kerja
tiap-tiap langkah dari pengembangan system. Dokumentasi ini nantinya digunakan
bahan komunikasi antara analis system dengan pemakai system dan dapat digunakan
untuk mendorong keterlibatan pemakai sistem
- Perencanaan Sistem ( Systems Planning)
Perencanaan
sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja dan
dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untuk mendukung
operasinya setelah diterapkan.
Proses
Perencanaan Sistem dapat dikelompokkan dalam 3 proses utama yaitu sbb :
- Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana system
- Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan dan dilakukan oleh komite pengarah.
- Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan dan dilakukan oleh analis sistem.
- Analisis Sistem (System Analysis)
Penguraian
dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan
maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan,
kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan
yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.
Didalam
tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh
Analis Sistem Yaitu Identify, Understand, Analyze, Report
- Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
Perancangan
sistem dapat diartikan sebagai berikut ini :
- Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan system
- Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
- Persiapan untuk rancang bangun implementasi
- Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
- Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesalahan yang utuh dan berfungsi
- Termasuk menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem
- Evaluasi dan Seleksi Sistem (System Selection)
Tahap
seleksi sistem merupakan tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat
lunak untuk sistem informasi. Tugas ini membutuhkan pengetahuan yang cukup bagi
yang melaksanakannya supaya dapat memenuhi kebutuhan rancangbangun yang telah
dilakukan. Pengetahuan yang dibutuhkan oleh pemilih sistem diantaranya adalah
pengetahuan tentang siapa-siapa yang menyediakan teknologi ini, cara
pemilikannya dsb. Pemilih sistem juga harus paham dengan teknik-teknik evaluasi
untuk menyeleksi sistem.
- Perancangan Sistem Terinci (Systems Design) Secara Umum
Tahap
perancangan menghasilkan : Laporan perancangan system, Bagan arus dan tabel
keputusan, Deskripsi program, Prosedur-prosdur operasi, Prosedur-prosdur
operasi, Menjalankan manual, Deskripsi file, Prosedur-prosedur memasukkan data
- Implementasi dan Pemeliharaan Sistem (System Implementation & Maintenance)
Tahap
implementasi terdiri dari : Perencanaan pengubahan, Perencanaan pengujian,
Jadwal operasi dan perawatan
Sistem berbasis computer adalah sebuah system yang memiliki beberapa
elemen yang subsistem satu sama lainya saling berhubungan supaya suatu system
dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga dapat digunakan untuk
pengambilan keputusan
Sistem
berbasis komputer dapat didefinisikan sebagai Kumpulan atau susunan elemen-elemen
yang diorganisasi untuk mengerjakanberbagai tujuan (goal) yang sudah
didefinisikan sebelumnya dengan caramemproses informasi.
Elemen-elemen sistem berbasis komputer :
- Perangkat lunak, yaitu program komputer, struktur data, dan dokumentasi terkait
- Perangkat keras, yaitu perangkat elektronik yang menyediakankemampuan komputasi dan perangkat elektromekanik (misalnya: sensor,motor, pompa) yang menyediakan fungsi dunia luar.
- Manusia, yaitu pemakai dan operator perangkat keras dan perangkatlunak.
- Basis data, yaitu kumpulan informasi yang besar dan terorganisasi yangdiakses melalui perangkat lunak.
- Dokumentasi, yaitu buku-buku manual, formulir, dan informasi deskriptif lainnya yang menggambarkan penggunaan dan atau operasional sistem.
- Prosedur, yaitu langkah-langkah yang menjelaskan pemakaian spesifik darisetiap elemen sistem.
Diposting oleh noviratnasari di 03.22 0 komentar
Kamis, 14 Maret 2013
Tema : SEJARAH PERBANGKAN INDONESIA
Bank
Negara Indonesia (BNI)
2.1
Sejarah Perusahaan
Bank BNI didirikan pada
tanggal 5 Juli 1946 oleh Rm Margono Djojohadikoesomo. Perjalanan Bank BNI
diawali pada tahun 1946 setahun setelah kemerdekaan Indonesia. Pada mulanya
kehadiran bank ini dimaksud untuk bertindak selaku Bank Sentral yang
bertanggung jawab dalam menerbitkan mata uang Rupiah. Dalam perkembangannya
Bank BNI mencatat kemajuan yang pesat hingga akhirnya Bank BNI berubah status
menjadi Bank Komersial pada tahun 1988 dan fokus pelayanan pada pengembangan Sektor
Industri Indonesia. Bank BNI secara bertahap memainkan peranan penting dalam
pembangunan ekonomi di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, anak BNI semakin
mengembangkan keahliannnya dikanca perbankan Indonesia, dan menjadi salah satu
Bank Pemerintahan yang Terkemuka. Pada tahun 1996 Bank BNI menawarkan saham
perdananya kepada masyarakat dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya. Penawaran perdana ini memungkinkan Bank BNI memperkuat modalnya,
sehingga semakin mengutuhkan posisi Bank BNI diindustri perbankan Indonesia.
Namun
krisis ekonomi yang melanda Indonesia di tahun 1997 telah mengubah wajah
perbankan Indonesia, sebagai mana layaknya Bank BNI di Indonesia, Bank BNI juga
terkena imbas dari terpurukan.
2.1.1 Sejarah BNI
BNI didirikan pada
tanggal 5 Juli 1946 oleh RM Margono Djojohadikoesomo, dipersiapkan menjadi Bank
sirkulasi batau Bank Sentral, dan
mengedarkan alat pembayaran resmi pertama Oeang Republik Indonesia (ORI). BNI
merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Kantor
pertama BNI yang kini menjadi Kantor Bank Indonesia, Jalan Sneopati $
Yogyakarta. BNI dipersiapakan menjadi Bank Sirkulasi atau Bank Sentral dan
mengedarkan alat pembayaran resmi pertama Oeang Republik Indonesia (ORI). Peresmian Bank Negara Indonesia
dilakukan oleh wakil Presiden Mohammad Hatta pada tanggal 17 Agustus 1946
digedung De Javasche Bank, Yogyakarta. Tambang emas Tjokotok adalah nasabah
pertama Bank BNI
Sejarah BNI tahun 1946
yaitu tanggal 5 Juli 1946 Bank Negara Indoensia didirikan dan dipersiapkan
menjadi Bank Sirkulasi atau Bank Sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan
mengelola mata uang RI.
Beberapa bulan setelah pendiriannya,
Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi Pertama Oeang
Republik Indonesia (ORI)
Sejarah BNI tahun 1955
yaitu dengan ditetapkannya De Javasche Bank sebagai Bank Sentral, peran Bank
BNI beralih menjadi pembangunan dan
kemudian hak untuk bertindak sebagai bank devisa. Sejalan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank BNI
beralih menjadi Bank Umum dengan penetapan secara yuridis melalui Undang-Undang
Darurat No 2 tahun 1955. Ditahun
yang sama, BNI membuka cabang pertama nya diluar negeri yaitu di Singapura.
Sejarah BNI tahun 1960
yaitu BNI mencanangkan beberapa langkah
kebijakan menggalang dana masyarakat melalui Bank Terapung, Bank Terbang, Bank
Keliling, Bank Bocah, Bank Wanita dan Bank Buruh.
Sejarah BNI tahun 1968
yaitu setelah sempat mengalami penggabungan dengan beberapa Bank Umum lainnya
dalam wadah Bank Tunggal tahun 1968, fungsi dan nama perbankan dikembalikan
seperti semula. Status Bank Negara Indonesia beralih menjadi Bank Komersial
milik pemerintah. Nama resminya diubah menjadi “Bank Negara Indonesia 1946”.
2.2
Visi dan Misi Perusahaan
2.2.1
Visi
Menjadi
bank yang kokoh dan terkemuka di Indonesia dengan menawarkan produk dan jasa
perbankan yang lengkap, terpadu, dan berkualitas baik untuk nasabah individu,
perusahaan maupun lembaga didalam dan diluar negeri. Secara konsisten berorientasi
pada kekuasaan nasabah, memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan
profesionalisme dan kesejahteraan karyawan, berperan aktif dalam pembangunan
nasional dan meningkatkan nilai saham secara berkesinambungan.
2.2.2 Misi
Memaksimalkan keinginan-keinginan
dari seluruh pihak yang berkepentingan terhadap Bank BNI yang meliputi:
- Kepuasan
pemegang saham
- Kepuasaan
Nasabah
- Kepuasan
Masyarakat
- Kepuasaan
Pemerintah
- Kepuasaan
Manajemen dan Karyawan
2.3 Motto/Slogan Perusahaan
Slogan
yang di gunakan dalam perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk adalah:
“Kami Ada Karena Anda Ada Dan Kami Siap
Melayani Anda Sebagai Jaringan Satu Dengan Yang Lain Di Pertemuan Bab BNI Di
Seluruh Dunia“ .
2.4
Struktur Organisasi
Struktur Organisasi dalam perusahaan adalah sebagai pola yang memperlihatkan hubungan antara fungsi jabatan
dan aktivitas dalam suatu organisasi.
2.5
Deskripsi Jabatan
Berdasarkan struktur organisasi di atas, maka dapat
diuraikan mengenai fungsi dan tugas dari masing–masing bagian.
Berikut adalah fungsi dan tugas dari masing-masing bagian
yang terlibat pada PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk, Bandung:
1. Pemimpin
Kantor Cabang
Menetapkan rencana
kerja dan anggaran, sasaran usaha dan tujuan yang akan dicapai dan secara aktif
menyelia secara langsung unit-unit kerja menurut bidang tugasnya di area
kerjanya sejalan dengan prosedur yang berlaku.
Bertanggung jawab penuh dan berperan
aktif dalam kegiatan:
1. Memimpin
dan bertanggung jawab penuh atas seluruh aktivitas Kantor Cabang dan Kantor
Layanan terutama dalam hal meningkatkan mutu pelayanan yang unggul terhadap
nasabah, pengembangan dan pengendalian usaha dan mengelola administrasi cabang
sehingga dapat memberikan kontribusi laba yang nyata terhadap BNI.
2. Bertanggung
jawab sepenuhnya untuk membina dan mengembangkan kepegawaian Kantor Cabang dan
Kantor Layanan dalam usaha meningkatkan prestasi dan mutu kerja para pegawai.
3. Bertanggung
jawab secara penuh atas pelaksanaan fungsi manajemen secara optimal melalui
pembentukkan komite-komite yang melibatkan Kantor Cabang dan Kantor Layanan
secara berkesinambungan sehingga berjalan dan fungsi secara efektif.
2.
Pemimpin Bidang Pelayanan
Memberikan dukungan
kepada Pemimpin Cabang dalam mengkoordinasikan dan mengendalikan aktifitas
operasional dan pelayanan transaksi produk dan jasa BNI kepada nasabah. Bertanggung jawab penuh
dan berperan aktif dalam kegiatan:
- Menyelia
seluruh aktivitas pelayanan nasabah di front
office dan mengupayakan pelayanan yang optimal.
- Menyelia
dan berpartisipasi aktif terhadap Kas Besar berkoordinasi dengan Cash Admin Center, Unit Pelayanan
Nasabah, Unit Pelayanan Uang Tunai dan Layanan Prima.
- Memimpin
dan berpartisipasi aktif terhadap unit-unit di bawahnya dalam memantau dan
memastikan penyempurnaan atas hasil temuan pemeriksaan audit
(intern/ekstern) yang telah dilakukan sesuai dengan rencana/saran/perbaikan/penyempurnaan
yang diberikan oleh auditor .
- Mengimplementasikan
standar pelayanan bersama unsur pimpinan dalam usaha pencapaian kinerja
layanan sesuai standar pelayanan yang sudah ditetapkan.
- Memberikan
masukkan kepada Pemimpin Kantor Cabang Utama mengenai pengelolaan dan
pengalokasian sumber daya (manusia,fasilitas) dan aktivitas pegawai antar
kantor layanan.
- Memeriksa
kelengkapan persyaratan, kualitas dokumen pendukung dan menandatangani
surat pengantar permohonan kredit konsumtif yang diajukan melalui unit
Pelayanan Nasabah .
3.
Pemimpin
Bidang
Pembinaan Kantor Layanan
Bertanggung jawab
penuh dan berperan aktif dalam kegiatan:
1.
Memimpin
dan bertanggung
jawab penuh atas seluruh aktivitas, harian
pelayanan nasabah. Dikantor layanan (KLN) dan aktivitas operasional lainnya
dalam rangka memberikan peningkatan bisnis dan memaksimalkan kontribusi laba
terhadap laba BNI secara keseluruhan.
2. Memimpin dan berpartipasi aktif terhadap unit-unit yang
dibawahnya dalam memantau dan memastikan bahwa
perbaikan/penyempurnaan atas temuan hasil pemeriksaan
audit (intern/ekstern)
telah dilakukan sesuai dengan rencana/saran perbaikan/pemyempurnaan yang
diberikan oleh auditor.
3. Mengimplementasikan
standar peayanan bersama unsur pimpinan
dalam usaha pencapaian kinerja layanan sesuai standar pelayanan yang telah
ditetapkan.
4.
Membina
dan membangun hubungan baik dengan nasabah.
5. Memantau pengelolaan persediaan uang kas
diseluruh kantor layanan.
4. Pemimpin Bidang Penjualan
Betanggung
jawab penuh dan berperan aktif dalam kegiatan:
1.
Mengelola dan mengembangkan hubungan
dengan nasabah utama dan calon nasabah
utama potensial untuk meningkatkan penjualan produk dan jasa BNI.
2.
Mengelola penjualan produk dan jasa BNI
yang ditargetkan melalui aktivitas:
a. Menyusun rencana kerja penjualan produk
dan jasa BNI.
b. Mengidentifikasikan kebutuhan nasabah
atas produk dan jasa perbankan.
c. Menawarkan
produk dan jasa sesuai kebutuhan nasabah
secara pro aktif.
d. Melakukan
kunjungan/call-on kepada
nasabah/calon nasabah.
e.
Membuat laporan atas kunjungan dan call-on (Call Memo)
f.
Menetapkan dan memantau realisasi
program atas rencana kerja penjualan.
g.
Melakukan koordinasi secara periodik
dengan unit internal, kantor layanan, kantor wilayah maupun kantor besar untuk
meningkatkan penjualan.
3.
Mengelola penelitian potensi ekonomi dan
menyusun peta bisnis daerah, melalui aktivitas:
a. Mengumpulkan
data megenai potensi ekonomi daerah.
b. Menyusun
peta bisnis daerah.
c. Memantau
perkembangan produk dana, jasa dan kredit bank pesaing.
4.
Mengkoordinasikan
administrasi penjualan, melalui aktivitas:
a. Menyelenggarakan administrasi/file kegiatan penjualan produk dan jasa
BNI.
b. Menyiapkan persuratan terkait dengan
penjualan dan pengembalian hubungan dengan nasabah/calon nasabah.
c. Mengelola
informasi dan laporan terkait dengan penjualan.
5.
Bidang
Administrasi
Bidang Administrasi
dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
1.
Administrasi I, dimana bagian
administrasi ini lebih mengfokuskan pada bagian bank secara umum atau Bagian Aministrasi
Umum. Dimana Bagian Administrasi Umum adalah administrasi yang mempunyai tugas
memberikan pelayanan di bidang persuratan, keuangan, mengelola kepegawaian
cabang utama dan kantor layanan, perlengkapan, logistik, hubungan masyarakat,
organisasi, dan tata laksana.
2.
Administrasi II, dimana bagian
administrasi II lebih mengfokuskan pada layanan kepada nasabah. Dimana fungsi
pokok nya diantaranya:
a.
Mengelola
Adimnistrasi keuangan cabang.
b.
Mengelola
administrasi transaksi kliring.
c.
Mengelola aktivitas perpajakan.
d.
Mengelola
aktivitas administrasi kredit.
e.
Melayani
aplikasi aplikasi BNI instan dan penerbitan garansi bank (full Cover/ Fasilitas).
6. Bidang Kantor Layanan dan
Kantor Kas
Fungsi pokok dari bagian ini adalah:
1.
Melayani
informasi mengenai produk dan jasa bank.
2.
Melayani
semua jenis transaksi kas/tunai, pemindahan dan payment point.
3.
Melayani
transaksi penukaran valuta asing dan produk jasa lainnya.
4.
Mengelola
administrasi surat/dokumen yang keluar masuk.
5.
Mengelola
kas ATM.
7. Bidang Pelayanan Uang Tunai
Fungsi pokok dari
penyelia pelayanan uang tunai adalah:
1.
Melayani
semua jenis transaksi/tunai dan pemindahan.
2.
Melayani
kegiatan external payment point.
8. Bidang Pelayanan
Nasabah
Fungsi pokok dari Penyelia pelayanan Nasabah adalah:
1.
Mengelola
transaksi produk, dana, jasa dan kredit.
2.
Melayani
informasi transaksi produk, dana, jasa dan kredit.
3.
Melayani
transaksi luar
negeri.
4.
Melayani
transaksi jasa dalam negeri.
5.
Mengelola
sistem penerimaan/antrian nasabah.
6.
Melayani
transaksi simponi dan paying agent.
7.
Mengelola
pelaksanaan layanan untuk kenyamanan nasabah.
9. Bidang Layanan Prima
Fungsi pokok dari
penyelia layanan prima adalah:
1.
Melayani
transaksi nasabah inti.
2.
Mengelola
layanan untuk nasabah inti kantor cabang utama.
3.
Melayani
informasi produk/jasa dalam dan luar negeri.
10. Bidang Penjualan
Fungsi pokok dari
penyelia penjualan adalah:
1.
Menjual
produk dan jasa BNI.
2.
Melakukan
ekstensif dan intensif marketing.
3.
Melakukan
penelitian potensi ekonomi dan menyusun peta bisnis regional.
4.
Mengelola
administrasi penjualan.
11. Satuan
Pengamanan (Satpam)
Melaksanakan pengamanan dimasing-masing pos penjagaan
yang menjadi daerah kerjanya.
Bertanggung jawab atas kegiatan:
1.
Melakukan
penjagaan/pengawasan terhadap gedung kantor dan objek lainnya.
2.
Menjaga
ketertiban pengawai dan tamu dalam hal penggunaan
KTP atau tanda pengenal tamu.
3.
Mengawasi
kegiatan perawatan/perbaikan kantor antara lain terhadap petugas cleaning service, pekerja bangunan dan
sebagainya.
4.
Melaksanakan
pengawasan cash in transit, pengiriman
dokumen penting dan tugas pengawasan lainnya untuk kepentingan kantor.
5.
Melaksanakan
tugas yang bersifat protokoler, seperti upacara lapangan, pengamanan raker dan
kegiatan protokoler lainnya.
2.6
Aspek
Kegiatan Perusahaan
Aktifitas dari PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk adalah melayani nasabah dalam hal keuangan. Kegiatan yang paling pokok
adalah membeli uang dengan cara menghimpun dana nasabah, kemudian menjual uang
yang berhasil dihimpun dengan cara menyalurkan kembali kepada nasabah melalui
pemberian pinjaman atau kredit. Salah satu kegiatan yang sring dilakukan pada
Kredit Konsumtif BNI Instan adalah menyalurkan dana atau yang lebih dikenal
oleh nasabah adalah kredit. Kredit yang diberikan oleh PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, terdiri dari beragam jenis tergantung dari kemampuan yang
disalurkan oleh bank. Demikian pula dengan jumlah serta tingkat suku bunga yang
ditawarkan.
Diposting oleh noviratnasari di 06.54 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
